Web Design and News Portal
Gadget - Ponsel: Kyocera Rise: ponsel Android dengan keyboard QWERTY - Saturday, 12 May 2012 10:23
Gadget - Ponsel: XOLO X900: ponsel dengan prosesor Intel dijual di India - Wednesday, 25 April 2012 09:25
Gadget - Ponsel: MEIZU MX Quad-core meluncur Juni ini - Wednesday, 18 April 2012 12:32
Gadget - Ponsel: Ponsel Pantech Vega Racer 2 berbahan keramik - Tuesday, 10 April 2012 08:47
Gadget - Ponsel: RIM Siapkan Produk dengan Harga Terjangkau - Thursday, 29 March 2012 09:08
Gadget - Ponsel: Nokia 808 PureView - Friday, 09 March 2012 11:29
Gadget - Ponsel: Sony kenalkan Xperia P dan Xperia U - Friday, 09 March 2012 11:14
Gadget - Ponsel: LG Optimus 4X HD: ponsel Quad Core - Friday, 24 February 2012 09:18
Gadget - Ponsel: LG Optimus 3D Max, menjanjikan ponsel 3D yang lebih baik - Friday, 24 February 2012 09:14
Gadget - Ponsel: Ponsel Quad Core Fujitsu dipamerkan - Friday, 24 February 2012 09:02
BLUE GREY RED
YOU ARE HERE Home I-Tekno Setelah Twitter, Giliran Google Sensor Konten

Setelah Twitter, Giliran Google Sensor Konten

Setelah Twitter, Giliran Google Sensor Konten Google akan memblokir posting atau blog dari yang tersedia kepada pengguna berdasarkan hukum lokal suatu negara. Langkah ini mirip dengan apa yang dilakukan negara tertentu terhadap sensor Twitter yang memicu kemarahan di kalangan kritikus di seluruh dunia.

Seorang peneliti web mengecam langkah tersebut. Ia mengatakan, ini menandai perubahan tren baru di perusahaan-perusahaan Internet yang tunduk pada tuntutan rezim otoriter.

Bagaimanapun pihak Google mengklaim langkah tersebut benar-benar akan memungkinkan lebih banyak kebebasan berbicara. "Ini akan memungkinkan kita untuk terus mempromosikan kebebasan berekspresi sambil memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam memenuhi permintaan penghapusan berlaku dalam hukum lokal," kata perusahaan raksasa internet tersebut dalam situs Timesofindia.com, Jumat (3/2).

Menurut laman tersebut, baik Google maupun Twitter mengklaim langkahnya akan memungkinkan layanannya dapat hidup berdampingan dengan rezim. "Kami percaya bahwa akses informasi adalah dasar dari suatu masyarakat yang bebas. Dimana konten ilegal atau melanggar persyaratan layanan, akan kami keluarkan," tutur juru bicara Google.

Blogging Google yang dikenal dengan nama Blogger diluncurkan pada 1999 lalu. Dan sebelumnya telah dilarang langsung dalam rezim represif, seperti Suriah, Iran dan Cina.

Sejumlah negara menganggap layanan blog atau situs sosial seperti Twitter dan Facebook memiliki peran penting dalam aksi pemberontakan di negara-negara Arab baru-baru ini yang bertindak sebagai saluran informasi atau pesan yang membawa kebebasan dan demokrasi.

Add comment


Security code
Refresh

Jika anda belum login sebagai member, mungkin comment anda tidak langsung terlihat (admin approval)

Mail | Web Design | Login | Sitemap | RSS

Copyright © 2012 Sembilansatu.com - Make Everything so Easy. All Rights Reserved.
Sulawesi Selatan - Indonesia