![]() |
Warga menemukan korban sekitar pukul 21.30 Wita dalam kondisi bersimbah darah. Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan menarik perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian serta melakukan penyelidikan awal.
Ketua RT 01 RW 04 Kelurahan Mannuruki, M. Muzakkar, mengaku mengetahui peristiwa tersebut setelah menerima telepon dari warga yang meminta dirinya segera datang ke lokasi. Setibanya di tempat kejadian, ia mendapati situasi yang telah dipadati warga dan kepolisian.
Tim kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian menemukan luka serius pada bagian leher korban. Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latief, mengungkapkan bahwa korban mengalami luka akibat senjata tajam. "Korban seorang perempuan. Pada saat ditemukan ada luka di leher," ujarnya. Polisi saat ini masih mendalami penyebab pasti kematian korban melalui penyelidikan dan pengumpulan alat bukti.
Dalam proses penyelidikan, polisi mengamankan seorang pria berinisal AR (21) yang merupakan suami korban untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah pisau, telepon genggam, dan pakaian korban. Hingga kini, peneliti masih mendalami keterkaitan barang bukti tersebut dengan peristiwa yang terjadi.
Menurut Muzakkar, korban bersama suami dan anak mereka yang masih berusia sekitar satu tahun menempati rumah kos tersebut kurang dari setahun. Sejumlah warga menyebut pasangan itu dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Warga juga mengaku tidak mendengar bersumpah maupun bertengkar sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Kasus ini masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Penulis terus mengumpulkan keterangan dari Saksi-Saksi serta mendalami berbagai kemungkinan motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang saat ini masih berlangsung.


0Komentar