![]() |
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Makassar. Para mahasiswa menggandeng pemerintah kecamatan dan desa, Babinsa, organisasi kepemudaan, PKK, PMR Wira SMAN 3 Selayar, serta masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
Camat Bontosikuyu, Nur Hakim Hasal, S.K.M., mengapresiasi langkah mahasiswa KKN UIN Makassar yang memilih kegiatan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari program pengabdian mereka. Ia menilai penanaman mangrove memiliki manfaat besar dalam menjaga ekosistem pantai sekaligus mencegah kerusakan kawasan pesisir.
“Terima kasih banyak kepada mahasiswa KKN UIN Makassar atas kepeduliannya untuk melestarikan pantai. Saya berharap program kerja mahasiswa ini dapat terus dilanjutkan oleh Pemerintah Desa Laiyolo Baru,” ujar Nur Hakim Hasal.
Babinsa Desa Laiyolo Baru, Serma Saiyed Nur Adil, turut mendampingi kegiatan tersebut. Kehadiran Babinsa menunjukkan dukungan TNI terhadap berbagai kegiatan positif masyarakat, khususnya program yang mendorong kepedulian lingkungan dan memperkuat gotong royong di wilayah binaan.
Selain menanam mangrove, peserta juga membersihkan area sekitar lokasi penanaman. Kegiatan ini sekaligus mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dan tidak membuang sampah sembarangan agar kawasan pesisir tetap bersih, sehat, dan memiliki daya dukung lingkungan yang baik.
Kegiatan berakhir pada pukul 10.37 WITA dalam keadaan aman dan lancar. Aksi penanaman 1.000 mangrove tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga Pantai Porangki serta kelestarian lingkungan pesisir Desa Laiyolo Baru.


0Komentar