![]() |
Warga menemukan kedua korban setelah mereka menyisir perairan sekitar Pulau Sanipa menggunakan kapal nelayan KM Bari Baria 05. Dalam pencarian tersebut, warga melihat gabus dan baju pelampung yang terdampar di sekitar pulau. Ketua BPD Sabalana, Fahril Paharu, bersama sejumlah warga kemudian turun ke pulau untuk memeriksa temuan tersebut.
Tak lama kemudian, warga mendengar suara seseorang meminta pertolongan. Mereka segera mencari sumber suara dan menemukan dua korban dalam kondisi selamat. Warga kemudian mengevakuasi keduanya menuju rumah Fahril Paharu di Pulau Matalaang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya.
Kedua korban tersebut bernama Asmal, 37 tahun, dan Nurmiati, 55 tahun. Keduanya berasal dari Pulau Bembe, Kabupaten Kepulauan Selayar. Warga memberikan pertolongan awal dan memastikan kondisi kedua korban sebelum melaporkan penemuan tersebut kepada aparat dan pihak terkait.
Keterangan kedua korban mengungkap fakta yang masih menyisakan duka. Sebelum warga menemukan mereka, lima orang berada di atas sebuah gabus. Namun, tiga orang lainnya tenggelam dan hingga kini belum ditemukan. Tim pencarian bersama warga terus menyisir wilayah perairan Kecamatan Liukang Tangaya untuk menemukan korban lainnya.
Aparat keamanan setempat terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, pihak BPD, warga, dan unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian. Tim juga mendata korban dan mengumpulkan keterangan sebagai bahan laporan perkembangan penanganan kecelakaan laut KLM Nurul Salsa.
Pencarian akan terus berlanjut hingga seluruh korban ditemukan. Aparat dan warga berharap proses pencarian segera membuahkan hasil serta memberikan kepastian kepada keluarga korban.


0Komentar